Demi Mempertahankan Rumahnya, Jhony pun Rela Bugil dan Akhirnya Pingsan

Penulis Asrul Septian Malik
19 Oct 2017 - 20:45
SAI 100 FM | Demi Mempertahankan Rumahnya, Jhony pun Rela Bugil dan Akhirnya Pingsan Jhony pingsan setelah usahanya mencegah ekseskui oleh PT KAI dengan cara menanggalkan pakaian gagal, Kamis (19/10/2017). (Foto:Lampost/Zainuddin)

BANDAR LAMPUNG (SAI100FM.id)--“Bunuh gua...bunuh gua, bunuh aja gua,” suara lantang bercampur tangisan itu jelas terdengar dari dalam rumah ukuran 36 di Jalan Mangga, Kelurahan Pasir Gintung, Kecamatan Tanjungkarang Pusat, Kamis (19/10/2017) pagi. Sesosok pria paruh baya meluapkan emosinya, berguling-guling di lantai rumah sambil menanggalkan pakaiannya, satu per satu. Celana pendek dan kaos berwarrna biru ia copot hingga bugil.
Sambil menangis dan berteriak ia terus mengeluarkan kata-kata cacian, rupanya hal itu ia lakukan lantaran PT KAI Divisi Regional  (Divre) IV Tanjungkarang bersuaha  mengeluarkan barang-barang yang ada dari rumah tersebut untuk di seksekusi.
Dengan Sekuat tenaga pria tersebut bersama dengan keluarganya berusaha mencegah  para personel Polisi Khusus kereta api (Polsuska) PT KAI untuk mengangkat satu per satu barang milik keluaraga tersebut.
Dengan keterbatasan anggota keluarga untuk menahan desakan dari PT KAI, mereka tak kuasa beradu tenaga dengan ratusan personel Polsuska, hingga akhirnya rumah dari Jhony R Tanjung berhasil dieksekusi. Selurruh barang-barangnya dikeluarkan, dan rumah tersebut kini ditutup dengan Seng.
Polsuska dan PT KAI menggeruduk rumah tersebut, bahkan personel pun  mengeluarkan kata-kata, ayo bongkar-ayo bongkar, sementara jajaran Kepolisian hanya bisa bersifat netral dan tak mengahalangi eksekusi tersebut.
Mungkin tak kuasa menahan pedihnya ketika tempat keluarganya  berteduh kini tak bisa lagi ditinggali, akhirnya Jhony pingsan dan dilarikan ke Rumah Sakit dengan ambulance, begitu pula dengan istrinya Mardiana, jatuh pingsan usai rumah tersebut dikosongkan. Kini keduanya dirawat di RSUD Abdul Moeloek.
Seluruh barang berharaga milik Jhony kini tergeletak di depan rumahnya, tak tahu harus dikemanakan, bahkan hujan pun turun dan  membasahi seluruh barang tersebut. Lantas anggota keluarga pun tidak terima. Okta, salah satu anak Jhony bersama sepupunya Lola bahkan menangis sembari berteriak  mencanci maki. Ia pun sempat menyambangi kantor PT KAI yang tidak jauh dari rumah Jhony, untuk meminta barang-barang berharganya minimal ditutup terpal.

Adu Argumen antara PT KAI dengan kuasa hukum Jhony dari Lembaga Bantuan Hukum Bandar Lampung sebelumnya berlangsung alot, masing-masing pihak bersikukuh. Menurut Direktur Eskekutif  LBH Bandar Lampung Alian Setiadi, ekskusi tersebut dinilai ilegal, bahkan Alian sempat mengeluarkan nada keras.  Namun eksekusi tetap berjalan.
“Kalau sampai ada satu barang yang tersentuh, saya laporkan ke Polda, “ kata Alian
.
Menurut Alian proses eksekuis tersebut tidak manusiawi. Tidak ada sekali pri kemanusaian pada personel PT KAI, Polsuska. Bahkan menurut Alian, personel Polresta juga agak berpihak kepada PT KAI.



Alian menuding eksekusi tersebut melanggar aturan, karena saat ini seluruh aset tanah yang diklaim PT KAI dari masyarat di Provinsi Lampung, sedang bersengketa dengan warga, dan sedang dalam telaah   BPN RI, DPD RI, Dinas Perhubungan, untuk ditentukan sertifikat dan hak milik lahan tersebut.  Rumah tersebut, menurut pemilik, kata Alian, sudah ditempati oleh orang tua Jhony sejak tahun 1964,sehingga sudah lama ditempati, bahkan PBB dan rekening listrik serta air selalu dibayar sehingga Jhony merupakan warga negara yang taat hukum.
“Groonkart itu hanya peta zaman Belanda, bukan bentuk alas hak seperti HGU, atau HGB,  mereka tidak bisa mengekusi, ini kan lagi dibahas, dan kalau mau eksekusi ya pakai Pengadilan, dan harus ada keputusan mengikat, PT KAI melanggar UU Pokok Agraria,”katanya.

Istri Jhony, ikut pingsan setelah rumahnya dieksekusi oleh PT KAI. Kini dirawat di RSUDAM. (Foto:Lampost/Zainuddin)

LBH akan segera berkoordinasi dengan DPD RI agar proses tersebut segera diambil alih, ia juga meminta kepada Pemkot Bandar Lampung dan Pemprov Lampung turun untuk menangani perkara tersebut.

“Kami juga inventarisir apakah ada barang yang rusak, selain itu jika ada kenapa-kenapa kami enggak segan lapor Polda, karena pak Jhony sama istrinya sampai dirawat,” ujar Alian.

Alian Menuding PT KAI memalsukan dokumen pelespasan aset tersebut, karena berdasarakan mediasi sebelum eksekusi pihak PT KAI menunjukan  dokumen pelepasan hak yang ditandatagani oleh orang tua Jhony yakni Rosaliana.
Menurut Alian, pada mediasi tersebut, PT KAI menujukan dokumen yang ditandatangani pada tahun 2014, sedangkan menurut Alian berdasarkan keterangan Jhony orang tuanya meninggal pada 2011. “Kami menduga ada pemalsuan dokumen, Singkat Alian.
 
Okta anak dari Jhony mengatakan hal serupa, neneknya meninggal pada tahun 2011.
“Kan logika nenek saya ninggal 2011, tapi surat yang dibawa PT KAI tahun 2014 tandatanganya, itu dipalsuin pasti,” kata gadis berhijab tersebut di kantor PT KAI Divre IV Tanjungkarang.

Sementara Humas PT KAI Divre IV Tanjungkarang, Franoto Wibowo, mengatakan PT KAI memiliki dasar hukum atas kepemilikan lahan tersebut, dan proses eksekusi menurutnya sudah sesuai prosedur. Groonkaart pada zaman Belanda, menurutnya, merupakan sertifikat seperti BPN yang memikiki kekuatan hukum.

“Kami sesuai SOP dan punya  Groonkart sama kayak BPN zaman dahulu, itu kan aset negara yang diberikanke kami (Red PT KAI). Di Groonkaart,”  Kata Franoto.

Menurutnya, sejak tahun 2015 rumah tersebut sudah tidak dikontrakan kepada Jhony dan beberapa tindakan mediasi dan preventif sudah diupayakan agar Jhony tidak menempati rumah tersebut.
 “Sejak november 2016 sudah kosong, dan kami tutup. Tapi tiba-tiba  mereka tempati lagi. Nantinya aset tersebut mau dibuat untuk kantor pelayanan,” kata Franoto kepada awak media.

Franoto bersedia jika kuasa hukum Jhony menempuh jalur hukum, namun Franoto bersikukuh proses eksekusi mereka sesuai SOP, dan mereka memiliki dasar hukum yang jelas.

 

Komentar

Windy

Windy Shahab, 

...

View all Posts

REKOMENDASI

BACA JUGA

  • LAMPUNG POST | LAMPOST.CO
  • LAMPUNG POST | LAMPUNGPOST.id
  • Medcom.id
  • METRO TV
  • MEDIA INDONESIA