Diet Itu Supaya Sehat Guys

Penulis Nur Jannah
06 May 2018 - 16:00
SAI 100 FM | Diet Itu Supaya Sehat Guys Sejumlah anak muda yang tengah menjalani diet sehat. LAMPUNG POST/ ZAINUDDIN

Asal-asalan diet hanya karena ingin cepat kurus, justru membahayakan kesehatan tubuh.

 



NUR JANNAH

 

MENJALANI diet karena takut gemuk atau gara-gara enggak pede dengan tubuh kalian? Kalau hanya dua alasan itu yang selalu membela para sahabat muda untuk diet, come on guys, saatnya mengenali tujuan diet lebih jauh.

Sahabat Muda, Meili Fatana Ghina, mahasiswi FEB Ekonomi Universitas Lampung, mengartikan diet sebagai menata ulang pola hidup sehat. Hal itu dilakukan dengan cara mengatur pola makan, minum, dan istirahat dalam kesehariannya.

"Diet itu enggak instan, perlu proses panjang dan konsisten. Enggak hanya saat merasa gemuk, tetapi kalau bisa seumur hidup," ujar dia yang kini tengah menjalani program diet.

Meili yang melakukan diet sejak awal 2018 itu memutuskan memilih program diet sehat low karbo. Meski tidak memungkiri, alasan dietnya karena berat badannya dirasa kurang ideal untuk remaja seusianya.

"Aku merasa butuh diet karena selama ini nakal, apa saja dimakan, sampai berat badanku naik hingga 15 kg. Kondisi tubuh jadi enggak nyaman, baju banyak yang tidak muat, akhirnya aku diet," kata mantan finalis Hijab Hunt 2017 itu.

"Aku merasa butuh diet karena selama ini nakal, apa saja dimakan, sampai berat badanku naik hingga 15 kg."

Sebelumnya, Meili mengaku sering menjalani bermacam-macam program diet untuk menguruskan tubuhnya, tetapi selalu gagal. Akhirnya setelah mencari referensi diet sehat, ia mencoba program diet low karbo. Pada pola diet tersebut, beberapa asupan nutrisi harus tetap dipenuhi, seperti gula, garam, serta nutrisi lain dari makanan. Namun jumlahnya yang dibatasi didukung dengan pola istirahat dan olahraga rutin.

Meili menyebut asal-asalan diet hanya karena ingin cepat kurus, justru membahayakan kesehatan dan mengganggu metabolisme tubuh. Akibatnya bisa jadi siklus haid yang menjadi tidak teratur hingga gangguan pencernaan.

"Jadi aku tetap makan nasi, jadwalnya pun sama 3 kali sehari. Hanya jumlahnya yang ditekan, seperti makan nasi maksimal sekepal tangan, gula tidak lebih dari dua sendok teh, dan sebagainya," ujarnya.

Setelah menjalani diet selama kurang lebih empat bulan, Meili mengaku merasakan manfaat, seperti tidak gampang lelah dan nyaman berkegiatan, serta yang pasti berat badannya berkurang.

Ketofastosis

Sahabat Muda lainnya, Afriya Fiya, mengaku memilih menjalani program diet sehat ketofastosis. Diet tersebut dilakukan dengan menghindari gula dan garam, makanan berlemak tinggi, serta aneka jenis karbohidrat yang memicu glukosa tinggi di dalam darah. Sehingga kalori harian yang didapat 70—75% dari lemak, 20% dari protein, dan 5% dari karbohidrat.

Dengan membatasi ketat asupan karbohidrat, seperti nasi, roti, mi, gula, dan tepung, diet tersebut menjadi cara menurunkan risiko berbagai penyakit, seperti diabetes, kolesterol, hingga jantung.

"Saya mulai diet dari 2016, tujuanya kesehatan karena kolesterol tinggi, untuk berat badan saya memang tidak terlalu over. Karena tidak mengonsumsi gula dan garam, untuk membentuk otot caranya berolahraga," kata dia.

Sejak menjalani program diet sehat, Fia mengaku merasakan berbagai perubahan, seperti pencernaan yang lancar dan tidak gampang sakit.

Jadi diet sebetulnya menjadi cara ampuh yang bisa dipilih para sahabat Muda untuk terus sehat. Kuncinya enggak hanya dengan setop makan loh, tetapi rajin olahraga dan konsisten mengonsumsi menu makanan sehat kudu dijalani.(M2)

nur@lampungpost.co.id
 

 

Komentar

REKOMENDASI

BACA JUGA

  • LAMPUNG POST | LAMPOST.CO
  • LAMPUNG POST | LAMPUNGPOST.id
  • Medcom.id
  • METRO TV
  • MEDIA INDONESIA