Dua Bulan, Tiga TKI Pulang ke Lamtim Tanpa Nyawa 

Penulis Agus Susanto
13 Sep 2017 - 20:30
SAI 100 FM | Dua Bulan, Tiga TKI Pulang ke Lamtim Tanpa Nyawa  Pahlawan devisa itu pulang ke kampung halamannya tanpa nyawa. (Foto:Lampost/Agus Susanto)

BANDAR LAMPUNG (SAI100FM.id)--Dalam kurun waktu dua bulan berturut-turut, Lampung Timur mendapat kiriman tiga peti mati berisi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri.

Pemantauan SAI100FM.id, selama dua bulan itu, jenazah pahlawan devisa pertama tiba yaitu Panji Saputra (29) warga Desa Ratnadaya, Kecamatan Raman Utara, panji merupakan TKI yang bekerja di Negeri Jiran (Malaysia) sebagai pekerja bangunan sejak 2015, dan mengalami penyakit Malignant Melanoma With Brain Metastases (semacam kanker otak anas) dan meninggal di Rumah Sakit Sultan Aminah Johor Bahru pada tanggal (20/8) lalu.



Setelah itu, Selasa (12/9) malam dua jenazah pahlawan devisa tiba di Lampung Timur, kedua TKI malang itu bekerja di negara yang berbeda, yakni Nikita Septiana (22), warga Desa Margototo, Kecamatan Metrokibang, diduga kuat TKW Taiwan itu meninggal akibat Over Dosis. Nikita Septiana meninggal sejak Juni 2017 atau tiga bulan lalu, dan jenazah baru tiba di halaman rumahnya, Selasa (12/9) malam.

Di lain tempat TKI ilegal Malaysia, bernama Darwanto (30) warga Desa Sidorejo, Kecamatan Sekampungudik diduga meninggal di Malaysia akibat penyakit Lever, almahrum sudah tiga tahun bekerja di Malaysia. Dan jenazah tiba di rumahnya Selasa (13/9) malam.

Kepala Dinas Koprasi dan Tenaga Kerja Lampung Timur, Budiyul, Rabu (13/9/2017), membenarkan selama dua bulan berturut sudah tiga TKI meninggal di negara lain, namun dari tiga TKI satu yang keberangkatannya tidak melalui jalur resmi yaitu Darmanto (TKI Malaysia). Padahal, kata Budiyul, pihaknya melalui Dinas Tenagakerja sudah sering melakukan sosialisasi terhadap calon TKI baik perempuan (TKW) maupun Pria (TKL) terkait bahayanya menjadi TKI ilegal.

Pemulangan jenazah juga sangat berpengaruh bagi TKI ilegal artinya jika berangkat melalui jalur tidak resmi pengurusan surat menyurat juga akan terkendala, dan tidak menutup kemungkinan pemerintah setempat tidak mendapat informasi kalau ada warganya yang meninggal di luar negeri.
"Seperti meninggalnya Darmanto kami tidak mendapat informasi dari kedutaan Malaysia karena dia TKI ilegal, bahkan kami mendapat informasi dari berbagai media," kata Budiyul.

Kalau Nikita, TKW yang meninggal di Taiwan, Pemerintah Kabupaten Lamtim, khususnya Dinas Tenagakerja sudah mendapat kabar sebelumnya. Budiyul menyadari kelambatan pengiriman jenazah Nikita hingga dua bulan lebih karena ada surat surat yang terselip sehingga menghambat pengiriman jenazah. "Kami tidak membedakan yang legal atau yang ilegal, tapi pemerintah sering kecolongan informasi kalau TKI itu ilegal," jelas Budiyul.

Wakil Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Lampung Timur, Hendri, mengatakan jika maraknya TKI ilegal di Lampung Timur itu merupakan bentuk ketidak maksimalnya pemerintah daerah khususnya Dinas Tenaga Kerja dalam melakukan sosialisasi.
Sosialisasi seharusnya bukan hanya melibatkan calon TKI saja melainkan yang lebih pokok yang diberi pengarahan perekrut perekrut calon TKI, karena seponsor biasanya hanya ingin meraup keuntungan dari memberangkatkan TKI tanpa memilih memilah calon TKI yang dibawa itu layak atau tidak dipekerjakan di luar negeri.

Apalagi kata Hendri, di Lampung Timur merupakan daerah penyumbang TKI dengan jumlah besar, Hendri menegaskan akan secepatnya mengajak rapat dengan komisi yang menangani persoalan tenaga kerja dengan agenda melakukan kunjungan di kantor kantor PJTKI dan mengumpulkan perekrut perekrut calon TKI.
"Menurut saya pribadi sebaiknya calon TKI itu perlu melakukan tes kejiawaan (psikolog) sebab banyak calon TKI yang berangat keluar negeri mengalami latar belakang permasalahan keluarga," jelas  Hendri.
 

Komentar

Windy

Windy Shahab, 

...

View all Posts

REKOMENDASI

BACA JUGA

  • LAMPUNG POST | LAMPOST.CO
  • LAMPUNG POST | LAMPUNGPOST.id
  • Medcom.id
  • METRO TV
  • MEDIA INDONESIA