FFI 2018 Perketat Aturan Penjurian

Penulis Windy
03 Oct 2018 - 10:00
SAI 100 FM | FFI 2018 Perketat Aturan Penjurian Lukman Sardi (Foto: Medcom/Purba)

Sai100fm.id – FFI 2018 akan segera dilaksanakan, penjurianpun sudah dimulai dan untuk meghindari kontrovasi Komite Festival Film Indonesia memperketat aturan penjurian untuk Piala Citra 2018 demi menghindari kontroversi yang sempat terjadi tahun lalu.

Surat Tanda Lulus Sensor (STLS)  dikeluarkan oleh Lembaga Sensor Film sebagai keterangan resmi bahwa film bersangkutan telah lulus sensor dan mendapat klasifikasi usia penonton. Untuk Piala Citra tahun ini, cakupan layak nominasi adalah film rilisan 1 Oktober 2017 hingga 30 September 2018.



"Kami punya data jaringan bioskop, tayangan berbayar, entah cuma tayang satu hari di bioskop mana pun, yang lulus sensor. Bukan berarti kalau cuma satu hari atau tayang di daerah, terus enggak masuk hitungan. Tim kami sudah bekerja mendata itu semua," kata Ketua Komite FFI 2018-2020 Lukman Sardi dalam konferensi pers di XXI Metropole, Senin malam, 1 Oktober.
 

Dalam Piala Citra 2017, masuknya Posesif sebagai nomine memicu kontroversi karena STLS film ini untuk belum terbit hingga 30 September. Kendati demikian, film telah ditayangkan di salah satu ruang pemutaran Jakarta. Panitia FFI Pusat menilai bahwa film telah layak nominasi.

Untuk film pendek, aturan relatif lebih longgar. Film pendek, baik cerita maupun dokumenter, yang masuk radar Komite dan dirilis dalam periode waktu tersebut, sudah layak nominasi tanpa harus memiliki STLS atau diputar berbayar. Urusan STLS akan dibantu Komite jika film pendek menjadi nomine.

Selain batas waktu dan STLS, penjurian Piala Citra 2018 meneruskan sistem yang telah disusun tahun lalu oleh Riri Riza, Ketua Bidang Penjurian FFI 2017. Penjurian berbasis pada tiga aspek utama dan diserahkan kepada asosiasi profesi dan organisasi perfilman yang ditunjuk Komite.

Dengan sistem ini, asosiasi profesi dan organisasi perfilman mendapat daftar film layak nominasi dan panduan seleksi. Seleksi dilakukan setiap organisasi secara internal dan hasilnya dikelola akuntan publik Deloitte. Dari situ, nomine untuk 22 kategori akan ditentukan.

Tiga panduan utama itu meliputi gagasan film yang kuat dan jelas, pencapaian teknis dan artistik, serta aspek profesionalitas produksi.
 

"Soal sistem penjurian, sama sekali enggak berubah. Kami merasa apa yang disusun oleh Mas Riri itu salah satu yang terbaik. Jadi, kami tinggal meneruskan sistem itu," ujar Lukman.

"Walaupun Mas Riri enggak terlibat, dia terus memberikan masukan dan kami selalu berkomunikasi dengan Mas Riri karena bagaimana pun, dia yang memulai proses ini," imbuhnya.

Festival Film Indonesia tahun ini punya hal baru untuk urusan kepanitiaan. Badan Perfilman Indonesia (BPI) telah membentuk komite khusus yang akan bekerja selama tiga tahun hingga 2020. Lukman menjadi ketua dengan anggota komite Catherine Keng, Edwin Nazir, Lasja F Susatyo, Nia Dinata, dan Coki Singgih.

sumber : medcom.id 

 

Komentar

Windy

Windy Shahab, 

...

View all Posts

REKOMENDASI

BACA JUGA

  • LAMPUNG POST | LAMPOST.CO
  • LAMPUNG POST | LAMPUNGPOST.id
  • Medcom.id
  • METRO TV
  • MEDIA INDONESIA