Gaya Belajar Seru Generasi Millennial

Penulis NUR JANNAH
15 Apr 2018 - 8:00
SAI 100 FM | Gaya Belajar Seru Generasi Millennial Sejumlah anak muda belajar bersama mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian. LAMPUNG POST/ZAINUDDIN

Guru-guru digital bisa dihadirkan siswa hanya melalui kanal pendidikan di YouTube.

NUR JANNAH



GAYA hidup generasi digital memang selalu seru untuk dibahas. Generasi yang dalam setiap segi kehidupan menjadi serbamudah berkat keakrabannya dengan teknologi.

Enggak kebayang kan guys, kalau kita masih hidup di zaman yang belum ada teknologi, mau belajar mesti baca buku di bawah penerangan lampu minyak, internet masih jadi istilah asing.

Kecanggihan teknologi yang kemudian menjadikan generasi millennial menjadi generasi yang berbeda, termasuk cara belajar yang kini mereka terapkan.

Sahabat muda Pandan Ninee menuturkan gaya belajar anak-anak jaman now memang lebih seru dan tidak membosankan, dibandingkan dengan gaya belajar generasi sebelum mereka. Siswa kelas XI di salah satu SMA di Bandar Lampung ini mengaku gaya belajar sekarang yang dirasakannya justru lebih mendorong anak-anak muda, berani berdiskusi dan menyampaikan gagasan.

"Kalau dulu mungkin monoton, sekarang lebih menarik, variasi belajarnya lebih banyak siswa yang aktif berdiskusi," ujar Pandan.

Selain itu siswa juga tidak lagi terpaku dengan buku untuk mendalami sebuah ilmu. Namun masih sangat banyak sumber lainnya yang dapat diakses dengan jaringan internet, seperti mencari buku elektronik dan sumber lainnya.

"Sudah enggak zaman lagi deh, kalau cuma belajar dari buku atau menyalin dari papan tulis saja. Sekarang belajar makin mudah dengan internet," kata gadis berambut panjang itu.

Hal senada diungkapkan Nanda Rosa yang menyebut perkembangan ilmu pengetahuan yang sangat cepat dan beragam, perlu diimbangi dengan perubahan gaya belajar kaum millennial. Jika dulu hanya terpaku materi yang disampaikan oleh guru di kelas, saat ini anak-anak muda bisa belajar lebih aktif, dengan mencari berbagai sumber lain di luar itu. Belajar pun bisa dilakukan di mana pun dan kapan pun.

Jika dahulu, seseorang hanya bisa belajar di rumah dari catatan di sekolah tanpa adanya tutor yang mengajar, sekarang guru-guru digital bisa dihadirkan siswa hanya melalui kanal pendidikan di YouTube. "Jadi enggak harus nunggu guru atau pengajar lagi untuk bisa belajar di mana pun," ujar alumni Universitas Telkom itu.

Namun, menurut Nanda, dengan mudahnya akses internet, generasi millennial juga tetap perlu selektif dalam memilih sumber belajar. Pilihlah sumber-sumber belajar yang terpercaya karena tidak semua sumber belajar bisa dijadikan referensi, misalnya blog pribadi seseorang.

"Sudah enggak zaman lagi deh, kalau cuma belajar dari buku atau menyalin dari papan tulis saja."

"Dari dulu dibatesi tidak boleh mengambil referensi dari blog, harus lewat e-book, dan web yang sudah paten karena sumber pengetahuan itu harus jelas," kata Nanda.

Makin Banyak Variasi

Sahabat muda lainnya, Popy Paramitha, menyebut kemudahan teknologi saat ini menjadikan variasi cara belajar makin beragam. Tidak melulu belajar secara monoton dengan cara visual, kecanggihan teknologi mendorong gaya belajar audio visual makin menarik. Belajar pun dapat dilakukan dengan mendengarkan musik atau melihat video-video pembelajaran.

"Sekarang cukup dengan mengetikkan kata kunci dan mengkliknya saja sudah banyak sumber belajar yang bisa dimunculkan," kata siswa SMAN 13 Bandar Lampung itu.

Meskipun akibat kemudahan akses teknologi, banyak anak-anak muda yang cenderung lebih pemalas dan kurang giat dalam belajar. Sehingga kemudahan teknologi, seharusnya jauh membuat generasi muda lebih bersemangat untuk belajar, bukan sebaliknya. (M2)

nur@lampungpost.co.id

 

Komentar

REKOMENDASI

BACA JUGA

  • LAMPUNG POST | LAMPOST.CO
  • LAMPUNG POST | LAMPUNGPOST.id
  • Medcom.id
  • METRO TV
  • MEDIA INDONESIA