Irwansyah Mengadu Nasib Menjajakan Layangan

Penulis Ferdi Irwanda
04 Oct 2017 - 9:00
SAI 100 FM | Irwansyah Mengadu Nasib Menjajakan Layangan Irwansyah, penjual layangan, merapikan dagangannya di tepian Jalan Lintas Timur Pasar Unit II, Banjaragung, Tulangbawang, Selasa (3/10/2017). LAMPUNG POST/FERDI IRWANSYAH

MENGGALA (SAI100FM.id) -- Selasa (3/10/2017) pagi, di tepian Jalan Lintas Timur, Pasar Unit II, Banjaragung, Tulangbawang. Laki-laki tegap berkemeja hitan dan celana jins itu tengah sibuk menata tempat dagangannya.
Perlahan ia mulai menancapkan beberapa bilah kayu dan mengikat tali penghubung guna memajang barang dagangannya. Berbagai macam bentuk dan corak layang-layang kemudian ditata beraturan.
Irwansyah, nama pemuda kelahiran Kabupaten Lampung Utara pada 1994 itu. Sehari-harinya ia berjualan layangan. Ia mengaku sudah menekuni pekerjaannya itu bertahun-tahun. "Sudah tujuh tahunan saya berjualan layangan," ujar Irwan.
Ia mengatakan tiap hari biasa mangkal di Jalan Lintas Timur Sumatera, Tulangbawang, dimulai pukul 08.00—21.00 untuk menjajakan layang-layang. Dari menjajakan permainan tradisional itulah asap dapurnya sehari-hari dapat mengepul.
Irwan menjelaskan ada beberapa pilihan layangan yang ia jual untuk dapat dipilih konsumennya sesuai selera atau keinginan. Mulai dari tipe layangan yang termurah biasa dijual dengan harga Rp35 ribu—Rp200 ribuan.
“Model dan ukuran serta motif layangan banyak. Layangannya saya datangkan dari beberapa daerah, seperti Bali dan Jawa Timur. Kalau yang harga Rp200 ribuan itu ukuran 2 X 2 meter, Bang," kata dia.
Irwan mengaku meskipun berjualan layangan ada musim dan waktunya, dari hasil berjualan ia mampu membantu perekonomian keluarganya serta berhasil membangun rumah, membeli tanah, dan sepeda motor.
Ia menjelaskan untuk mendapatkan hasil dari suatu usaha perlu adanya kerja keras dan ketekunan. "Alhamdulillah kalau keuntungannya, Bang. Walau dikit yang penting halal. Itu juga kan saya kumpulin sebagai tabungan buat nikah," kata dia.
Ia menjelaskan selama tujuh tahun berjualan sudah keliling ke beberapa daerah dan memiliki beberapa cabang di Lampung. "Saya pernah jualan di Palembang empat tahun, di Jambi dua tahun, dan sudah ada empat cabang kalau di Lampung, Bang," ujarnya.
Ia menuturkan saat ini banyak anak muda yang malu ketika harus berjualan di pinggir jalan akibat gengsi. "Sekarang ini banyak anak-anak muda malu kalau mau usaha jualan di pinggir jalan kayak gini, Bang. Padahal kenapa harus malu kan, karena ini lebih baik daripada harus mencari uang dengan cara jahat dan membuang-buang waktu," kata dia. 

Komentar

Windy

Windy Shahab, 

...

View all Posts

REKOMENDASI

BACA JUGA

  • LAMPUNG POST | LAMPOST.CO
  • LAMPUNG POST | LAMPUNGPOST.id
  • Medcom.id
  • METRO TV
  • MEDIA INDONESIA