Jalan Sindangsari yang Menggelitik Hati

Penulis Fajar Nofitra
24 Oct 2017 - 8:00
SAI 100 FM | Jalan Sindangsari yang Menggelitik Hati Jalan Desa Sindangsari, Kotabumi, kondisinya berlubang serta banyak material jalan yang bertebaran hampir di sepanjang jalan, yang kewenangan pengelolaannya dimiliki Pemprov, Senin (23/10/2017). LAMPUNG POST/FAJAR NOFITRA

KOTABUMI (SAI100FM.id) -- Jalan provinsi dan kabupaten di Kabupaten Lampung Utara keadaannya sungguh mengesankan hingga membuat masyarakat di sana kewalahan. Paling tidak itulah tanggapan sebagian warga ketika dimintai tanggapannya tentang kondisi jalan.
Bagaimana tidak, jalan yang berada di sepanjang arah menuju daerah Sungkai Bungamayang sangat menggelitik hati. Memasuki Sindangsari, Kotabumi, jalan hotmix yang membentang menyejukkan pemandangan dan menentramkan hati ketika dilalui.
Namun, sesampainya di pertikungan daerah Madukoro, mulai terlihat kondisinya berlubang serta banyak material jalan yang bertebaran hampir di sepanjang jalan, yang kewenangan pengelolaannya dimiliki Pemprov itu. Senin (23/10/2017), seperti pemantauan wartawan SAI100FM.id, pembangunan drainase di jalan milik provinsi tersebut hampir memakan separuh jalan. Tepatnya di daerah Desa Madukoro, Kecamatan Kotabumi Utara.
Proses pembangunan memang bak pedang bermata dua. Dibutuhkan karena kondisi jalan mendesak untuk diperbaiki, tetapi terasa mengganggu ketika proses pembangunan tengah dikerjakan tidak terkecuali di bilangan jalan di Sindangsari. Apalagi saat itu jam lalu lintas kendaraan sedang ramai, sedangkan material jalan bertambah akibat kerusakan jalan, seperti tanah, pasir, dan bebatuan, yang terhampar tentu mengganggu para pengguna jalan.
"Kayak kemarin, Mas, ada kendaraan tangki patah as di tengah jalan, praktis kami merayap. Bahkan macet, kebetulan hujan jalanan seperti off road tidak karuan licin. Kalau tidak hati-hati bisa memakan korban," kata seorang pengendara.
Kondisi jalan tersebut menjadi cukup rawan. Hingga membuat pengendaraan baik itu roda dua maupun roda empat harus ekstrahati-hati. Belum lagi ditambah material, pasir, tanah, dan bebatuan cukup membuat hati bergetar melintasinya.
Praktis arus lalu lintas merayap, bila tidak akan memperparah keadaan. "Sudah itu, petugas tidak ada yang mengatur lalu-lintas sehingga kami hanya dapat menghela napas panjang," ujarnya.
Memasuki persimpangan Wonomerto menuju pusat desa, pemandangan jalan tampak sedikit agak baik. Namun, di sana-sini masih ada lubang menganga mirip kubangan. Apalagi di saat hujan turun, hingga merepotkan masyarakat yang harus ekstrahati-hati memilih jalan, bila tidak kecelakaan akan menimpa.
"Kami masyarakat hanya dapat pasrah dengan keadaan ini, mau bagaimana lagi, mengadu dengan siapa kami tidak tahu. Padahal, kalau dilihat jalan ini belum lama diperbaikki," kata Adi, warga setempat. 

Komentar

Windy

Windy Shahab, 

...

View all Posts

REKOMENDASI

BACA JUGA

  • LAMPUNG POST | LAMPOST.CO
  • LAMPUNG POST | LAMPUNGPOST.id
  • Medcom.id
  • METRO TV
  • MEDIA INDONESIA