Jangan Pupus Ikon Taman Dipangga!

Penulis Asrul Septian Malik
11 Sep 2017 - 8:30
SAI 100 FM | Jangan Pupus Ikon Taman Dipangga! Alat berat bekerja di lokasi Taman Dipangga, depan Mapolda Lampung, Minggu (10/9/2017). LAMPUNG POST/ASRUL SEPTIAN MALIK

BANDAR LAMPUNG (SAI100FM.id) -- Pemandangan tidak lazim mencolok di depan Mapolda Lampung. Taman sekaligus ruang terbuka hijau yang biasa disinggahi warga sekitar tampak tidak bisa diakses. Seng-seng yang biasa digunakan untuk pembatas proyek terlihat mengelilingi sebagian tempat itu sehingga rerimbunan rumput hijau tidak lagi dapat dilihat dari arah Telukbetung.

Terlihat satu unit ekskavator sibuk meratakan tanah merah. Lengan baja ekskavator itu terus bergerak, merobohkan beberapa bangunan yang biasa disinggahi warga untuk bersantai. Kendati demikian, satu patung badak di tengah agak kanan masih kokoh berdiri, begitu pula dua buah patung gajah. Namun, tidak demikian patung beruang yang terletak di sebelah kiri taman.



Sebagian besar beringin di taman itu pupus ditebang. Hanya dua sisanya masih menjulang. Kabar baiknya, ikon utama taman, Monumen Krakatau dengan lampu mercusuarnya, masih kokoh bersemayam.

Taman Dipangga kini ditutup. Terjadi pemugaran besar-besaran di taman yang terletak di Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Talang, Kecamatan Telukbetung Selatan, Bandar Lampung, itu. Taman yang didirikan pada tahun 1981 dengan luas sekitar 800 meter itu memiliki nilai sejarah tidak terbantahkan. Ia menjadi saksi bisu dahsyatnya tsunami akibat letusan Krakatau 1883 silam.

Sastrawan Isbedy Stiawan pun angkat bicara seputar renovasi taman itu. "Saya tahu kalau hibah ini karena Polda naik tipe A, jadi butuh lahan lebih luas,” ujarnya, Minggu (10/9/2017). Dia berharap renovasi yang tengah berlangsung tidak menghilangkan nilai sejarah taman. "Monumen mercusuarnya jangan diroboh dan taman tetap bisa diakses sebagai ruang terbuka hijau.”

Kabid Humas Polda Lampung Komisaris Besar Sulistiyanigsih memastikan renovasi yang dilakukan Polda Lampung tidak menghilangkan nilai historis dari Taman Dipangga. "Enggak kok, tenang saja. Monumennya tetap tegap dan itu nanti masih bisa diakses publik. Cuma nanti juga tersedia lahan pakir dan lapangan upacara untuk Polda Lampung," ujarnya.

Menurut Sulis, Taman Dipangga akan lebih dipercantik. Kelak banyak pendopo juga pepohonan ditanami. Ada pula alat fitness dan trek joging untuk memanjakan masyarakat penikmat taman tersebut. 

Tags

Komentar

Windy

Windy Shahab, 

...

View all Posts

REKOMENDASI

BACA JUGA

  • LAMPUNG POST | LAMPOST.CO
  • LAMPUNG POST | LAMPUNGPOST.id
  • Medcom.id
  • METRO TV
  • MEDIA INDONESIA