Korbankan Waktu Bermain demi Impian Beli Motor

Penulis Effran Kurniawan
23 Sep 2017 - 4:00
SAI 100 FM | Korbankan Waktu Bermain demi Impian Beli Motor Riyan diwawancarai sambil memegang tisu yang menjadi tumpuannya mendapatkan uang di sebuah tempat makan bilangan Jalan Sultan Agung, Labuhanratu, semalam. LAMPUNG POST/EFFRAN KURNIAWAN

BANDAR LAMPUNG (SAI100FM.id) -- Malam itu terasa dingin dan cahaya bulan pun tidak begitu terasa memancarkan sinarnya ke bumi. Meskipun demikian, kondisi itu dijadikan sahabat bagi anak kecil berpantaran siswa kelas IV SD, Riyan.
Bagi anak berusia 9 tahun itu, malam merupakan waktu untuk membantu orang tuanya, Rina dan Iwan, menghasilkan pundi-pundi uang. Siswa SD 1 Kampungbaru, Labuhanratu, Bandar Lampung, itu tentunya harus mengorbankan waktu bermainnya bersama teman sebayanya dengan berjualan tisu.
Namun, baginya mengalihkan jam bermain harus dilakukannya untuk mewujudkan impiannya memiliki sepeda motor sendiri. Dengan wajah yang tampak lelah, anak lelaki itu berkeliling berjalan kaki hingga puluhan kilometer mengitari belahan sudut Kota Bandar Lampung untuk menjajakan tisu yang ada di dalam sekantong plastik.
"Tisunya Kak, Rp10 ribu saja," kata Riyan saat menjajakan barang dagangannya di sebuah tempat makan bilangan Jalan Sultan Agung, Labuhanratu, semalam.
Riyan berkisah kegiatan itu sudah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir dengan selalu mengelilingi jalan sekitar Universitas Lampung, Jalan ZA Pagaralam, dan Sultanagung. Bahkan, jika tisu yang dibawanya itu belum juga terjual, anak lelaki itu dapat berjalan kaki hingga Tanjungkarang.
"Saya mengambil barang dari orang lain di dekat rumah lima biji dengan harga Rp10 ribu per buahnya. Mulai berdagang sehabis pulang sekolah jam 16.00 dan sampai kembali ke rumah bisa jam 23.00," ujarnya.
Hal itu harus dilakukannya di tengah minimnya pendapatan yang dihasilkan kedua orang tuanya yang hanya sebagai ibu rumah tangga dan sopir truk.
"Saya cuma mau bantu ayah dan ibu. Hasil jualan ini saya bisa dapat Rp100 ribu semalam. Dari situ saya bisa menabung dan bantu-bantu keperluan ibu saya," kata dia.
Dia berniat tabungan yang dihasilkannya itu dapat digunakannya pada suatu hari nanti. Namun, secara khusus dia menginginkan dapat membeli sepeda motor dari hasil jerih payahnya tersebut. "Uangnya ditabung untuk beli motor. Kalau mau minta beliin, Bapak enggak punya uang," kata dia. 

Komentar

Windy

Windy Shahab, 

...

View all Posts

REKOMENDASI

BACA JUGA

  • LAMPUNG POST | LAMPOST.CO
  • LAMPUNG POST | LAMPUNGPOST.id
  • Medcom.id
  • METRO TV
  • MEDIA INDONESIA