Papeda Telur Membawa Rezeki bagi Usuf Sekeluarga 

Penulis Armansyah
23 Sep 2017 - 6:30
SAI 100 FM | Papeda Telur Membawa Rezeki bagi Usuf Sekeluarga  Usuf Supardi (34), warga Dusun Karangjaya, Desa Baktirasa, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, menjajakan papeda telur kepada siswa di SDN 2 Baktirasa, Rabu (20/9/2017). LAMPUNG POST/ARMANSYAH

KALIANDA (SAI100FM.id) -- "MANG, beli satu tusuk. enggak pake saus sama lada ya," ujar salah satu siswa SD Negeri 2 Baktirasa, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, Rabu (20/9/2017).
"Saya juga, Mang. Beli satu tusuk ya. Kalau saya enggak pake lada aja," ujar siswa lainnya hendak membeli jajanan khas Papua itu.
Begitu suasana sejumlah siswa SDN Negeri 2 Baktirasa saat mengerumuni Usuf Supardi, yang merupakan pedagang papeda telur di halaman sekolah tersebut. Kala itu, pria asal Dusun Karangjaya, Kecamatan Sragi, itu tengah sibuk melayani para siswa yang membeli dagangannya.
Usuf, begitu disapa, setiap hari harus berkeliling berjualan papeda telur di sejumlah sekolah dasar di Kecamatan Sragi. Guna mencari nafkah keluarga, Usuf berjualan papeda telur seharga Rp1.000 per tusuk.
Bermodal dari papeda telur yang bahan dasarnya telur puyuh, lada, saus, jagung, dan santan itu, Usuf mampu mengumpulkan uang sedikit demi sedikit. Meskipun keuntungan tidak begitu banyak, Usuf tak putus semangat dalam mengais rezeki.
"Sekarang ini untuk mencari pekerjaan yang tetap sangat sulit. Jangankan itu, nyari upahan atau buruh harian saja sudah sulit. Mau tak mau saya berjualan papeda telur. Alhamdulillah, anak-anak sangat menyukainya. Selain itu, belum banyak yang jualan papeda telur ini," kata bapak tiga anak itu.
Usuf mengaku kesehariannya selain berjualan juga bertani dengan luasan garapan seluas satu kotak atau seperempat hektare. Meski demikian, hasil dari garapan sawah itu belum mencukupi kebutuhan secara menyeluruh. Untuk itu, ia harus mencari tambahan dengan berjualan papeda telur yang dipelajarinya saat berada di Pulau Jawa.
"Kalau sehari saya bisa mengumpulkan uang bersih sebesar Rp120 ribu per hari. Sebenarnya, kalau pendapatan kotor mencapai Rp300 ribu per hari. Namun, sebagiannya saya pakai untuk modal. Sisanya saya tabungkan buat kebutuhan anak dan istri di rumah," kata suami dari Mumun Munawaroh itu. 

Komentar

Windy

Windy Shahab, 

...

View all Posts

REKOMENDASI

BACA JUGA

  • LAMPUNG POST | LAMPOST.CO
  • LAMPUNG POST | LAMPUNGPOST.id
  • Medcom.id
  • METRO TV
  • MEDIA INDONESIA