Penghasilan dari Go-Jek untuk Kembalikan Keluarga

Penulis Firman Luqmanulhakim
30 Sep 2017 - 8:05
SAI 100 FM | Penghasilan dari Go-Jek untuk Kembalikan Keluarga Irvan Hasan (47) saat akan menjemput dan mengantarkan penumpang. Pengemudi Go-Jek tersebut berharap Pemkot Bandar Lampung batal menutup kantor Go-Jek. n LAMPUNG POST/FIRMAN LUQMANULHAKIM

BANDAR LAMPUNG (SAI100FM.id) -- Sambil menyeruput kopi dan mengisap dalam-dalam rokok yang dibakarnya, tangan Irvan Hasan (47) lincah memainkan smartphone yang dibelikan keponakannya. Irvan kemudian menaruh kopi dan menyalakan aplikasi transportasi berbasis daring, Go-Jek, di telepon genggamnya. Tak lupa ia menggunakan jaket dengan dominasi warna hijau khas Go-Jek dan dua helm berwarna hijau.
“Saya jemput penumpang dulu di Pasar Tamin ya,” kata Irvan kepada wartawan Lampung Post di rumahnya Gang Darul Aman, Jalan Batusangkar, Kelurahan Kelapatiga, Tanjungkarang Pusat, Bandar Lampung, akhir pekan lalu.
Setelah kembali dari mengantar penumpang yang dilakoninya setiap hari, Irvan bercerita bagaimana menjadi driver Go-Jek sangat membantunya. Sebelumnya, Irvan bekerja sebagai kuli bangunan, satpam, hingga ojek pangkalan di seputaran Pasar Bambukuning, Bandar Lampung.
“Ya alhamdulillah penghasilan sehari sekarang bisa Rp150 ribu. Kalau semasa jadi ojek pangkalan, paling mentok cuma Rp50 ribu,” kata ayah satu anak berusia sepuluh tahun ini.
Awal perkenalan dengan Go-Jek, Irvan didukung keponakan dan kakak kandungnya dengan diberikan modal smartphone dan DP sepeda motor. Hanya bekerja sebagai juru parkir dan ojek tembak di pangkalan di depan kantor Pol PP Pasar Bambukuning, Irvan sempat kesulitan menggunakan ponsel canggih beserta aplikasinya.
“Awalnya saya ngedrop juga selain belum bisa main HP, kok tarifnya murah sekali? Apa bisa dapat untung? Tapi ternyata banyak bonus dan target penumpang yang diberikan PT Go-Jek sehingga penghasilan saya bisa tinggi,” ujarnya.
Saat ini semua pendapatan digunakan membayar angsuran sepeda motor dan mengirim uang ke keluarga kecilnya di Banten. Dia pun berharap dari pekerjaannya dapat mengembalikan istri dan anaknya yang ada di Serang bersama neneknya ke Bandar Lampung.
"Saya ditinggal anak dan istri karena pekerjaan saya sebelumnya tidak jelas. Hanya menjadi juru parkir dan ojek pangkalan sebagai sampingan. Saya ingin penghasilan saya dari Go-Jek ini ditabung untuk membuka toko sembako sendiri atau buka warung di rumah dan kolam ikan. Sambil tetap ber-Go-Jek pastinya,” ujar Irvan, yang hanya mengenyam pendidikan SMA ini.
Kini suami Nur Lela ini berharap Pemerintah Kota (Pemkot) batal menutup kantor Go-Jek perwakilan di Bandar Lampung yang telah memiliki sekitar 7.000 driver. Dia juga mengajak ojek pangkalan bergabung ke aplikasi transportasi online ini.
“Kepada wali kota supaya bijaksana dan memperhatikan masyarakatnya. Karena ini penghasilan utama saya. Sudah banyak yang ikut juga dari pangkalan lama ke Go-Jek, dari 10 orang, ada 5 orang masuk Go-Jek. Kalau informasi soal Go-Jek ini masuk dengan baik ke ojek pangkalan. Pasti pada pindah semua,” kata dia. 

Komentar

Windy

Windy Shahab, 

...

View all Posts

REKOMENDASI

BACA JUGA

  • LAMPUNG POST | LAMPOST.CO
  • LAMPUNG POST | LAMPUNGPOST.id
  • Medcom.id
  • METRO TV
  • MEDIA INDONESIA