Perjuangan Bonis Mencari Nafkah

Penulis Armansyah
03 Oct 2017 - 8:30
SAI 100 FM | Perjuangan Bonis Mencari Nafkah Bonisman (46), warga Dusun Muarabadas, Desa Bangunan, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, menjajakan bakso daging miliknya di Kantor Camat Palas, Rabu (27/9/2017). LAMPUNG POST/ARMANSYAH

KALIANDA (SAI100FM.id) -- Pria paruh baya itu menerabas hujan yang begitu deras saat melintasi Kantor Camat Palas, Lampung Selatan, Rabu (27/9/2017), sekitar pukul 16.30. Dengan suara khasnya, pria itu membunyikan dentingan mangkuk yang dipukul sendok miliknya.
Beruntung baginya, di tengah derasnya hujan, beberapa pegawai Kantor Camat Palas yang saat itu menunggu hujan reda mendengar dentingan mangkuk dan langsung memanggil pria tersebut. Pria bersepeda motor itu pun menghampirinya.
Tanpa basa basi, pria itu langsung beraksi menjajakan dagangannya. "Berapa mangkuk, Mas," ujarnya seraya mengusap air hujan yang membasahi wajahnya. "Beli 10 mangkuk, Pak," saut salah seorang pegawai di Kantor Camat Palas.
Pria bertopi dan rompi itu Bonisman namanya. Ia merupakan salah satu penjual bakso daging yang rutin menjajakannya di wilayah Kecamatan Palas. Meski diguyur hujan deras, Bonisman tetap berjualan bakso untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.
Bagi Bonis, begitu disapa, kondisi cuaca hujan dan panas, bukan suatu penghalang untuk mengais rezeki demi anak dan istrinya. Dengan mengandalkan payung yang telah dimodifikasi, ia pun bisa berkeliling berjualan bakso.
Begitulah kesehariannya dalam memburu rezeki berkeliling menjajakan bakso. Bonis mengaku sehari mampu mengumpulkan uang Rp400 ribu—Rp500 ribu per hari. Untuk mendapat penghasilan itu, ia mulai berkeliling sejak pukul 16.00—21.00.
Bonis mengaku dalam sehari ia dapat menjual lebih kurang seratus mangkuk. "Dari bakso yang saya jual Rp5.000 per mangkuk, bisa mengumpulkan uang paling banyak Rp500 ribu. Tapi, itu belum dipotong modal lagi dan uang bensin."
Warga Dusun Muarabadas, Desa Bangunan itu, mengaku dalam sehari ia dipastikan mendapatkan uang bersih sebesar Rp200 ribu per hari. Profesi sebagai penjual bakso daging itu telah dilakoninya sejak tujuh tahun yang lalu.
"Alhamdulillah, dari jualan bakso ini saya bisa menafkahi keluarga dan dapat menyekolahkan kedua anak saya. Satu masih duduk di bangku SMP dan satu anak di jenjang SMA. Mudah-mudahan saya terus bisa menafkahi mereka," kata dia. 

Komentar

Windy

Windy Shahab, 

...

View all Posts

REKOMENDASI

BACA JUGA

  • LAMPUNG POST | LAMPOST.CO
  • LAMPUNG POST | LAMPUNGPOST.id
  • Medcom.id
  • METRO TV
  • MEDIA INDONESIA