Pilih Makanan Cepat Saji atau Tradisional

Penulis NUR JANNAH
03 Apr 2018 - 0:00
SAI 100 FM | Pilih Makanan Cepat Saji atau Tradisional MAKANAN TRADISIONAL. Meski makanan cepat saji semakin mudah didapat, makanan tradisional tetap menjadi banyak pilihan sahabat muda. LAMPUNG POST/ ZAINUDDIN

SAHABAT muda, hidup seperti diketahui harus bervariasi. Kalau hidup monoton saja, tentulah hidup itu membosankan dan tidak ada yang menarik, termasuk dalam perkara makanan.

Olahan makanan kini makin bervariasi. Hal itu bisa dilihat dan dirasakan, mulai dari bentuk, warna, hingga rasa. Tidak hanya itu saat ini orang-orang juga kian dimudahkan dengan maraknya makanan siap saji.



Selain mudah dan praktis, rasanya menggugah selera. Namun makanan tradisional juga tidak kalah nikmat dan tetap memiliki pencinta setia. So, apa pilihan sahabat muda, makanan tradisional atau cepat saji?

Sahabat Muda Anristy Sadira Pinem mengaku lebih menyukai makanan siap saji. Menurutnya, makanan siap saji lebih enak dan varian rasanya lebih banyak. Selain itu makanan siap saji lebih mudah diolah dan tidak sulit untuk dimasak. Anristy akhirnya memilih makanan cepat saji menjadi pilihan makanan baik saat di rumah maupun di luar rumah, seperti di sekolah.

"Biasanya beli makanan cepat saji buat ngemil di rumah atau jajan di luar," kata siswi kelas XI IPA di SMAN 13 Bandar Lampung itu.

Mi dibatasi seminggu sekali. Kayak burger, frozen food, dan chicken.

Meski demikian, dia mengetahui adanya efek buruk bersifat jangka panjang dari makanan cepat saji. Anristy pun menyadari perlunya memilah dan membatasi sejumlah makanan cepat saji. Misalnya mi instan yang dikomsumsi minimal satu minggu sekali.

"Mi dibatasi seminggu sekali. Kayak burger, frozen food, dan chicken gitu juga."

 

Tradisional

Sahabat muda Ratu Ratih Rawesi lebih menyukai makanan tradisonal ketimbang makanan siap saji. Menurutnya, makanan tradisional punya cita rasa yang tidak pernah berubah. Khususnya makanan tradisional, seperti pempek, pindang, bakso, dan aneka makanan tradisional lainnya.

"Bakso suka banget dari dulu, apalagi sekarang sudah banyak variannya, jadi makin suka," ujarnya.

Menurut Ratu, selain rasanya enak, makanan tradisional harganya relatif terjangkau. Selain itu makanan seperti bakso, pecel, soto, dan semacamnya, perutnya terasa kenyang lebih lama.

Ratu juga menjelaskan dengan memakan makanan tradisional dia lebih termotivasi untuk belajar membuat makanan. Pempek, misalnya. "Bikin juga bisa, baru-baru ini sering belajar bareng mama," kata pelajar SMAN 13 itu.

Meski demikian tidak bisa dipungkiri bahwa makanan cepat saji juga menjadi salah satu pilihan ketika tidak ada makanan tradisional. Misalnya, fried potato, burger, dan sebagainya.

"Doyan (fast food) tetapi tidak terlalu suka. Apalagi sekarang sudah banyak rumah makan atau restoran yang menyajikan makanan tradisional. Jadi tidak kesulitan mencari makanan yang sesuai dengan lidah," ujarnya.

Ratu menegaskan saat ini sudah banyak variasi makanan menggabungkan makanan tradisional dengan olahan yang lebih kaya cita rasa, seperti uduk bumbu rendang.(M1)

Komentar

REKOMENDASI

BACA JUGA

  • LAMPUNG POST | LAMPOST.CO
  • LAMPUNG POST | LAMPUNGPOST.id
  • Medcom.id
  • METRO TV
  • MEDIA INDONESIA