Ruang Sidang Khusus Anak itu bak Sekolahan

Penulis Febi Herumanika
14 Oct 2017 - 3:30
SAI 100 FM | Ruang Sidang Khusus Anak itu bak Sekolahan Petugas kepolisian melakukan penjagaan di ruang sidang anak di Pengadilan Negeri Kelas 1A Tanjungkarang, Bandar Lampung, Minggu (8/10/2017). LAMPUNG POST/FEBI HERUMANIKA

BANDAR LAMPUNG (SAI100FM.id) -- Menarik dan menyenangkan, mungkin bahasa yang dapat digambarkan pada ruang persidangan Kartika di Pengadilan Negeri Kelas 1A Tanjungkarang, Bandar Lampung. Ruangan tersebut dikhususkan untuk mengadili anak-anak di bawah umur yang tersangkut masalah hukum.
Tidak sembarangan orang dapat memasuki ruangan itu. Ketika berlangsung persidangan, ruangan itu steril dari pengunjung pengadilan. Hampir setiap pintu tertutup rapat. Di dalam hanya ada terdakwa, saksi, jaksa dan tiga hakim yang mengadili, termasuk wartawan yang hendak melakukan peliputan di ruangan itu tak jarang mendapat teguran. Bukan tanpa alasan petugas melarang. Yang pertama, selain yang diadili adalah anak yang berstatus di bawah umur, yang kedua kebanyakan dari anak-anak yang diadili akan merasa ketakutan.
Atas alas itu, ruangan ini disulap pihak pengadilan menjadi ruangan yang menarik. Selain meja kursi yang didesain menarik, seperti ruang belajar-mengajar di sekolah, ruangan itu juga dipenuhi gambar-gambar yang cukup memukau para terdakwa anak yang menjalani persidangan.
Anggota polisi berseragam lengkap serta petugas pengadilan selalu berjaga di saat sidang sedang berlangsung di ruangan itu. Dengan alasan apa pun, semua pengunjung tidak diperbolehkan masuk terkecuali keluarga dekat dari terdakwa atau saksi korban.
Sebelum persidangan digelar, saksi maupun terdakwa disediakan ruangan khusus, ruangan ini pun cukup unik dan tidak kalah menarik dari ruang Kartika. Di dalamnya terdapat banyak buku bacaan, dinding dipenuhi lukisan anak, hingga tempat istirahat untuk anak yang akan menjalani sidang juga disediakan.
Ruangan tersebut, kata petugas pengadilan, dikhususkan untuk para terdakwa anak. Tidak ada yang diperbolehkan masuk terkecuali keluarga dekat dari korban atau pelaku. "Ada alasannya kenapa enggak boleh disorot atau dilihat. Mereka masih anak-anak dan masih punya masa depan. Kalau mereka disorot takutnya mereka tidak semangat lagi untuk meraih cita-cita setelah menjalani masa hukuman," kata petugas PN Tanjungkarang, yang kesehariannya menjaga keamanan di lingkungan kantor itu. 

Komentar

Windy

Windy Shahab, 

...

View all Posts

REKOMENDASI

BACA JUGA

  • LAMPUNG POST | LAMPOST.CO
  • LAMPUNG POST | LAMPUNGPOST.id
  • Medcom.id
  • METRO TV
  • MEDIA INDONESIA